Kamis, 02 Mei 2013

Peran Strategis Pemerintah Dalam Pelayanan Publik


Peran Strategis Pemerintah Dalam Pelayanan Publik
Pemerintahan pada hakikatnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Produk utama penyelenggaraan pemerintahan adalah public service. Perlu dipahami bahwa pemerintahan diadakan tidak melayani diri sendiri tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreatifilitasnya demi mencapai tujuan bersama (Rasyid,1998:139).
Sofian Effendi (1995) menyebutkan beberapa factor yang menyebabkan rendahnya kualitas pelayanan public di indonesia, antara lain :
1.      Konteks monopolistik, dalam hal ini karena tidak adanya kompetensi dari penyenggara pelayanan public non pemerintah, tidak ada dorongan yang kuat untuk menigkatkan jumlah, kualitas maupun pemerataan pelayanan tersebut oleh pemerintah.
2.      Tekanan dari linkungan, dimana factor lingkungan amat mempengaruhi kinerja organisasi pelayanan dalam transaksi dan interaksi nya antara lingkungan dengan organisasi public.
3.      Budaya patrimonial
Salah satu pendapat yang biasa dipakai untuk mengukur kualitas pelayanan public adalah pendapat Ricard M. steers (1985) yang menyebutkan beberapa factor yang berkepentingan dalam upaya mengidenfikasikan kualitas pelayanan public antara lain : variable karakteristik organisasi, variable karakteristik lingkungan variable karakteristik pekerja/aparat, variable karakteristik kebijaksanaan, dan variable praktek-praktek manajemennya.
Sumber, diadopsi dan diadabtasi dari:
Dr.Kridawati Sadhana,M.S  , Etika Birokrasi Dalam Pelayanan publik, Penerbit Percetakan CV. Citra Malang, 2010, Hal. 172-175.   



Kesimpulan :
Dapat simpulkankan bahwa Peran Strategis Pemerintah Dalam Pelayanan Publik adalah pelayanan kepada masyarakat, dan pemerintahan diadakan tidak melayani diri sendiri tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan. Dan beberapa factor yg sangat berkepentigan dengan pelayanan public, yaitu variable karakteristik organisasi, variable karakteristik lingkungan variable karakteristik pekerja/aparat, variable karakteristik kebijaksanaan, dan variable praktek-praktek manajemennya. (P.F.Lano, 2011).  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar