Peran
Strategis Pemerintah Dalam Pelayanan Publik
Pemerintahan
pada hakikatnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Produk utama penyelenggaraan
pemerintahan adalah public service. Perlu dipahami bahwa pemerintahan diadakan
tidak melayani diri sendiri tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan
kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan
kreatifilitasnya demi mencapai tujuan bersama (Rasyid,1998:139).
Sofian Effendi (1995)
menyebutkan beberapa factor yang menyebabkan rendahnya kualitas pelayanan
public di indonesia, antara lain :
1. Konteks
monopolistik, dalam hal ini karena tidak adanya kompetensi dari penyenggara
pelayanan public non pemerintah, tidak ada dorongan yang kuat untuk menigkatkan
jumlah, kualitas maupun pemerataan pelayanan tersebut oleh pemerintah.
2. Tekanan
dari linkungan, dimana factor lingkungan amat mempengaruhi kinerja organisasi
pelayanan dalam transaksi dan interaksi nya antara lingkungan dengan organisasi
public.
3. Budaya
patrimonial
Salah
satu pendapat yang biasa dipakai untuk mengukur kualitas pelayanan public
adalah pendapat Ricard M. steers (1985)
yang menyebutkan beberapa factor yang berkepentingan dalam upaya
mengidenfikasikan kualitas pelayanan public antara lain : variable karakteristik
organisasi, variable karakteristik lingkungan variable karakteristik
pekerja/aparat, variable karakteristik kebijaksanaan, dan variable
praktek-praktek manajemennya.
Sumber,
diadopsi dan diadabtasi dari:
Dr.Kridawati
Sadhana,M.S , Etika Birokrasi Dalam
Pelayanan publik, Penerbit Percetakan CV. Citra Malang, 2010, Hal.
172-175.
Kesimpulan
:
Dapat
simpulkankan bahwa Peran Strategis Pemerintah Dalam Pelayanan Publik adalah
pelayanan kepada masyarakat, dan pemerintahan diadakan tidak melayani diri sendiri
tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan.
Dan beberapa factor yg sangat berkepentigan dengan pelayanan public, yaitu
variable karakteristik organisasi, variable karakteristik lingkungan variable
karakteristik pekerja/aparat, variable karakteristik kebijaksanaan, dan
variable praktek-praktek manajemennya. (P.F.Lano, 2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar